Welcome To Our Magazine Website

Rangkuman ini berisi pengetahuan formal yang tepat untuk mahasiswa yang mempelajari desain interior. Membaca rangkuman ini akan memberikan pemahaman lebih mendalam dan mempersiapkan diri Anda untuk benar-benar memasuki dunia desain interior.

Cara Kita Melihat Warna

Banyak faktor yang mempengaruhi cara kita melihat warna dalam desain interior, namun warna di lingkungan kita berasal dari dua sumber: spektrum cahaya berwarna dan pigmen atau zat pewarna. Spektrum cahaya merupakan cahaya berwarna yang diwariskan oleh alam. Spektrum warna muncul  berurutan dari yang terpanjang hingga yang terpendek—merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan violet. Sementara itu, zat pewarna berasal dari dua sumber: senyawa alami dari bumi—mineral, tumbuh-tumbuhan, atau hewan—warna bersenyawa kimia yang merupakan komposisi buatan.

Warna Subtraktif

Kita melihat warna melalui teori warna subtraktif. Warna yang berada dekat satu sama lain dicampurkan secara visual oleh suatu proses yang dikenal dengan percampuran warna subtraktif, pencampuran warna optik, yang membuat kita mampu melihat atau menginterpretasikan warna selain spektrum warna. Beberapa impulsi juga menjelajahi endokrin untuk mengatur kelenjar, pineal, dan kelenjar pituitary, di mana kelenjar-kelenjar tersebut menjadi impulsi yang terarah yang menyebabkan kita mampu untuk bereaksi terhadap suatu warna secara emosional dan psikologis.

Sebagai contoh, ketika kita melihat warna merah, detak jantung dan pernapasan kita meningkat dan kita merasa bersemangat dan berenergi.

Ketajaman dan Defisiensi Visual

Beberapa orang dapat menguraikan atau membedakan lebih dari 10 juta warna yang dapat dilihat oleh mata manusia dan orang-orang ini memiliki ketajaman visual yang sangat baik. Sedangkan, orang-orang dengan defisiensi warna adalah orang-orang yang memiliki keterbatasan untuk membedakan sesuatu (terang dan gelap) atau sepasang pelengkap satu dari yang lainnya, yang paling umum adalah merah dan hijau.

Metamerism

Metamerism atau efek metameric merupakan perubahan nyata dalam warna dari satu cahaya ke lainnya. Penilaian warna yang sesungguhnya dari suatu objek dibuat di bawah cahaya full-spectrum—semua panjang gelombang dari energi yang tampak dan terlihat pada hari yang sangat cerah. Akan tetapi, karena sebagian besar sumber cahaya buatan bersandar pada hangat ataupun dingin, distribusi energi spektrum pun bervariasi. Berikut ini merupakan faktor pendistribusian energi spektrum:  

  • Orientasi, atau arah dari cahaya alami, berarti suatu hal yang melenceng pada spektrum yang mempengaruhi cara suatu warna muncul: cahaya timur terlihat jelas dan terang, cahaya utara terlihat jelas dan dingin, cahaya selatan terlihat konstan dan hangat, cahaya barat terlihat berkabut dan panas.
  • Musim dan iklim mempengaruhi warna. Musim dingin memiliki panjang gelombang hangat yang lebih sedikit, dan musim panas punya lebih banyak; kondisi berkabut atau berawan menyaring panjang gelombang hangat.
  • Cahaya buatan berada dalam beberapa bentuk yang mendekati spektrum sepenuhnya; bohlam-bohlam atau lampu ini cukup mahal.
  • Lampu pijar mengandung lebih banyak panjang gelombang hangat daripada dingin.
  • Pencahayaan neon yang ekonomis mengandung lebih banyak spektrum warna dingin daripada hangat.
  • Pencahayaan neon hangat lebih dekat pada distribusi cahaya full-spectral energy.
  • Pencahayaan dengan cara dibakar atau combustion lighting (cahaya lilin dan cahaya api)mengandung lebih banyak panjang gelombang hangat, meskipun kualitas kerlipnya lebih gelap, membuat warna yang muncul jadi lebih gelap.

 

Teori Warna

Seniman, ilmuwan, dan pengamat alam telah membuat teori tentang warna, mempelajari cara membuatnya; terbuat dari apa; bagaimana alam menggunakan warna; bagaimana orang-orang menggunakan warna; bagaimana warna dapat saling mempengaruhi satu sama lain; dan bagaimana warna dapat mempengaruhi orang secara emosional dan psikologis. Mereka mengamati apa pengaruh dari kecerahan, kegelapan, dan intensitas terhadap warna; bagaimana warna dapat dikombinasikan, digabungkan, dipisahkan atau dimanipulasi untuk mencapai hasil yang spesifik; dan yang dibuat warna untuk harmoni atau skema yang menyenangkan. Berikut ini merupakan teori yang berkaitan dengan warna:

Teori Standard Color-Wheel

  • Teori standard color-wheel, atau sistem, juga dikenal dengan teori Palette, teori Prang, dan teori warna David Brewster. Teori ini berdasarkan pada lingkaran atau roda warna yang konvensional di mana tiga warna primer—merah, kuning, dan biru—diletakkan pada jarak yang sama. Warna sekunder diletakkan di antara warna-warna primer tersebut dan merupakan hasil dari mencampurkan dua dari warna tersebut.  
  • 12 warna primer, sekunder, dan menengah ini, diletakkan pada suatu lingkaran, membentuk roda warna konvensional.
  • Skema warna monokrom berdasarkan pada satu warna.
  • Warna-warna komplementer merupakan warna yang berlawanan satu sama lain pada roda warna.

Teori Munsell

  • Teori Munsell merupakan teori warna yang utama digunakan pada desain interior saat ini.
  • Teori dasarnya digunakan saat ini di industri, pabrik, desain interior, dan bidang lainnya seperti sains dan obat-obatan.
  • Teori Munsell merupakan sistem berbasis formula yang tepat untuk mencatat warna yang spesifik. Munsell memformulasikan roda warna, lalu mengembangkannya menjadi globe tiga dimensi dengan daun atau halaman dengan variasi warna. Sistem ini berdasarkan tiga atribut yang menentukan identitas warna yang tepat:
  • HueNama warna. Sistem Munsell berdasarkan lima warna: merah, kuning, hijau, biru, dan ungu (bukan violet).
  • ValueKecerahan atau kegelapan dari suatu warna. Value diarahkan ke kolom pusat dari
  • Chroma or intensitasjumlah chroma alami dalam suatu warna; kecerahan relatif versus keburukannya.

 

Harmoni Warna

Harmoni warna ada di manapun warna dikombinasikan dengan cara yang menyenangkan mata dan perasaan.

Pertimbangan dalam Membuat Warna Menjadi Harmonis

Identitas Warna

Memeriksa warna dengan saksama untuk menentukan karakternya.

Undertones

  • Warna yang ditambahkan ke warna dasar disebut dengan undertones.
  • Cool undertones membuat warna apapun menjadi ‘dingin’, meskipun sebenarnya hangat.
  • Warm undertones dapat membuat suatu warna menjadi lebih hangat.
  • Warna hangat—kuning, oranye, dan merah—menjadi lebih dingin ketika dicampurkan dengan warna biru, hijau, dan violet, begitu pula sebaliknya.

Sampel Warna

  • Sedikit sampel cat diaplikasikan ke dinding atau sebuah papan berukuran besar atau sheetrock dapat membantu dalam mengevaluasi warna dan efek yang sesungguhnya.

Shibusa

  • Konsep Jepang Shibusa merupakan teori harmonisasi warna sehingga warna yang dikombinasikan menarik untuk waktu yang lama.
  • Berdasarkan rasio dan proporsi yang terlihat di alam, Shibusa menentukan bahwa warna yang digunakan bersama akan menjadi hubungan timbal balik yang menyenangkan.

Warna Bold atau High-Contrast

  • Warna bold atau high-contrast merupakan warna yang alami, cerah, atau terang.
  • Seringkali terlihat dalam desain retail untuk mendorong adanya pembelian melalui euforia dan juga digunakan di tempat yang sering dikunjungi oleh orang-orang dalam waktu singkat (restoran cepat saji, pom bensin) untuk memacu orang-orang agar cepat dalam melakukan pembelian.

Warna yang Dinetralkan

  • Warna netral telah dicampur agar menjadi warna yang tidak terlalu murni, atau intensitasnya pudar. Warna netral terbagi dalam empat kategori:
  • Shades didapatkan dengan mencampur warna hitam dengan satu hue, atau warna hitam dan lalu putih.
  • Tints merupakan hue yang dibuat tidak murni dengan menambahkan warna putih.  
  • Tones dinetralkan dengan warna pelengkap atau kontras.
  • Pastels merupakan tones yang telah dibuat lebih terang, atau tints of tones yang dibuat dengan menambahkan warna putih.

Netral

Netral merupakan famili dari putih dan off-whites, abu-abu, dan hitam dan off-black. Cokelat dan krem juga sering dianggap warna netral, meskipun mereka sebenarnya adalah hue yang dinetralkan.

Putih dan Off-Whites

  • Warna putih dan off-whites memberi ruang visual pada interior.
  • Background berwarna putih terlihat lebih cerah dan luas.
  • Furnishings dengan hues terlihat lebih bersih dan menonjol dikelilingi warna putih.
  • Mereka terlihat pada cat, wall coverings, tekstil, floor coverings, dan aksesori.

Abu-abu

  • Abu-abu didapatkan dengan mencampur berbagai jumlah warna hitam dan putih, yang membuat warna abu-abu akromatik yang sesungguhnya (tidak berwarna).
  • Abu-abu yang diwarnai harus dicocokkan atau dicampurkan dengan saksama agar menjadi harmonis, dan, seperti off-white, abu-abu dapat diberi yang dingin ataupun hangat, tergantung dari undertones.
  • Warna abu-abu yang hangat memberi perasaan tersambut dan nyaman; abu-abu yang dingin terasa dingin dan tidak mengundang.

Hitam dan Off-Blacks

  • Hitam dan off-blacks memberikan nilai yang dalam dan gelap pada set-off neutrals.
  • Warna hitam mempertajam dan menambah kekayaan pada warna lain yang berada di sebelahnya.
  • Aksen warna hitam memberikan kekayaan pada interior.

Cokelat

  • Cokelat dan krem sering disukai karena kualitas hangatnya yang dibawa ke dalam interior.
  • Cokelat didapatkan dengan mencampur beberapa warna pada roda warna atau dengan menetralkan warna oranye.
  • Digunakan pada jumlah yang besar, cokelat dapat menghasilkan kenyamanan seperti berada di gua atau perasaan sengsara.

 

Faktor Lain yang Mempengaruhi Warna

Tekstur dan Material

  • Tekstur dan material menangkap dan menyerap atau merefleksikan cahaya.
  • Permukaan yang halus merefleksikan cahaya, yang membuat warna terlihat lebih cerah dan intens.
  • Kayu berserat dan teksturnya menyerap atau membiaskan cahaya, menyebabkan warna terlihat lebih gelap.
  • Merupakan hal yang bijak untuk mencampurkan warna dengan memilih berbagai values atau undertones yang harmonis dan membuat adanya perbedaan yang diwariskan untuk meningkatkan keseluruhan skema warna.

Peletakkan Warna

  • Peletakkan warna hues dengan posisi disejajarkan, atau didekatkan satu sama lain, akan menyebabkan warna-warna tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.

Distribusi dan Kontras Value

  • Value merupakan kecerahan atau kegelapan relatif pada hue ataupun netral, atau menambahkan sejumlah warna putih dan hitam.  
  • Distribusi value merupakan pemanfaatan atau penempatan value untuk hasil yang diinginkan.
  • High values merupakan hues cerah atau akromatik cerah. High values memperluas ruangan secara visual; merupakan alat yang berguna ketika dinding, lantai, atau langit-langit harus terlihat jauh satu sama lain. High values membuat warna yang disejajarkan terlihat lebih bersih dan dapat menyatukan interior ketika digunakan sebagai
  • Interior High-key memiliki high values yang dominan. Interior high-key terlihat romantic atau sangat halus dan tidak terlalu terhubung dengan bumi, sebuah efek yang akan mengurangi stress, namun juga dapat menyebabkan perasaan tidak aman.
  • Midtones merupakan warna yang berada dalam value normal atau titik jenuh yang natural dan dengan value Mereka juga melakukan midvalues pada tone yang dinetralkan. Midtones memberi kesan normal dan kalem. Warna tersebut juga membangkitkan reaksi yang lebih sedikit dan aman, juga stabil; namun tanpa bantuan dari value berwarna cerah dan gelap, midtones bisa jadi membosankan.
  • Values yang Gelap atau Rendah merupakan shades dan tones yang lebih gelap. Value yang gelap dan rendah terlihat maju dan dekat dari segi ruang; berguna ketika dinding, lantai, atau langit-langit perlu terlihat lebih dekat untuk menciptakan kehangatan atau efek visual.
  • Interior low-key fokus pada value yang gelap atau rendah. Interior ini dapat menghasilkan efek stabil, mengikat, menjemukan dan historis; mode intelektual atau penelitian/bacaan; atau bahkan kenyamanan seperti di gua atau pengaturan teatrikal.
  • High contrast berarti value cerah dan gelap digunakan untuk memberikan kontras, presisi, drama ataupun kegembiraan yang tajam dan tebal, dan skema kontemporer yang bersih.
  • Distribusi value berdasarkan alam merupakan penempatan value pada pola umum yang terlihat di alam:

1. Warna yang lebih gelap berada di bawah kaki, menciptakan perasaan aman dan harmonis dengan gravitasi.

2. Midtones berada di tengah (pada dinding dan di sekitar jendela, pada upholstery, dan linen) memberikan stabilitas dan normalitas.

3. Values yang lebih cerah berada di atas—pada jendela dan dekat/pada langit-langitmemberi kesan luas dan kebebasan visual atau mental.

 

Psikologi Warna

Psikologi warna merupakan alat yang berguna yang dapat digunakan desainer interior untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Psikologi warna mencakup psikologis dan kultural. Sekelompok warna menghasilkan respon emosi yang spesifik:

  • Sekelompok value cerah dan warna cerah menghasilkan rasa spontanitas dan kebahagiaan.
  • Warna cerah dan kusam atau yang dinetralkan menghasilkan perasaan tenang dan rileks.
  • Warna gelap dan kusam atau dinetralkan merupakan warna yang serius dan memberi kesan mendalam.
  • Value yang gelap dan chroma yang terang (tone perhiasan) memberi kesan kaya dan kuat.

Warna yang hangat membuat temperatur interior menjadi hangat secara visual dan psikologis. Warna tersebut memberi kesan mengundang, nyaman, optimis, mendorong, dan menstimulasi nafsu makan, dan memfasilitasi percampuran objek, pola dan tekstur. Warna yang hangat juga mengurangi ruang dan menciptakan interior yang lebih intim. Warna yang dingin  membuat suasana pikiran dan badan menjadi lebih tenang dan rileks, tidak memberi kesan penuh tekanan dan hanya perlu waktu sebentar untuk menunggu atau menyelesaikan tugasnya.

Kontras Afterimage Secara Bersamaan

  • Ketika mata fokus pada warna intens sekitar kurang dari 30 detik, lalu fokus pada daerah netral, maka warna komplementer akan muncul pada pola yang sama seperti afterimage remang-remang.
  • Kontras bersamaan merupakan merupakan bukti intens, warna komplementer dengan chroma yang tinggi yang diletakkan dalam posisi sejajar: moiré afterimage muncul di mana warna tersebut membatasi. Hal ini dapat menyebabkan permasalahan pada mata, iritasi, dan sakit kepala.  
  • Afterimages dan kontras bersamaan yang bergetar dapat menciptakan visual yang mengganggu, dan, memberi kesan emosional.

Market Tren Warna

Terdapat beberapa penjelasan mengenai perubahan tahunan:

  • Publik merespon warna baru yang diperkenalkan oleh media massa.
  • Masyarakat langkah-cepat kita membuat kita tidak hanya menerima perubahan tetapi juga berekspektasi dan bahkan menjadi kurang sabar.
  • High-technology—akses instan ke pool komputer atau media informasi telah membuat kita menjadi masyakat beriorientasi perubahan.
  • Pertumbuhan ekonomi memperlancar jalan ekspansi dari profesi desain interior. Secara konsekuen, penelitian lebih lanjut pada tingkah laku organisasi dan individu berdasarkan respon warna pun juga memungkinkan.

Organisasi warna melakukan penelitian terhadap arah warna dan perkiraan tren warna dengan keakuratan yang luar biasa. Keputusan tersebut berdasarkan hal-hal berikut:

  • Kesadaran akan evolusi tren warna dan tren dulu dan sekarang.
  • Suatu kesadaran akan permintaan konstan dari konsumen terhadap perubahan pada preferensi warna.
  • Pemasukan dari perusahaan nasional dan internasional yang menghasilkan warna dan dari anggota asosiasi yang memasarkan warna tersebut.
  • Pemahaman tentang respon manusia atau reaksi psikologis terhadap hue tertentu, dan intuisi pada warna berdasarkan pemahaman ini.
  • Acara nasional atau internasional yang mempengaruhi tren warna, seperti yang terjadi di masa lalu.
  • Desainer kreatif dan seniman, yang memiliki karya terkenal berpengaruh, atau orang-orang high-profile yang memiliki gaya yang dilihat serta ditiru orang-orang.
  • Pengaruh teknologi tingkat tinggi dan warna layar komputer.

Konsultan warna menyediakan layanan konsultasi spesifik untuk kelompok atau perusahaan. Dalam hal dsar pelatihan desain interior dan pengetahuan tren, konsultan warna dapat:

  • Menyeleksi warna untuk berbagai produk
  • Menyediakan skema untuk keseluruhan interior
  • Menspesifikasi warna untuk proyek arsitektur

 

Tempat Tinggal dan Kontrak Penggunaan Warna

Warna pada Interior Tempat Tinggal

  • Di rumah, kita bebas memilih warna yang paling menarik untuk kita.
  • Warna merupakan cara yang baik untuk mengubah tampilan, mood¸ atau formalitas rumah tanpa mengeluarkan banyak uang
  • Warna dalam rumah dapat dibuat tailor-made hingga kebutuhan individu di luar usianya
  • Warna tidak hanya harus “tinggal” dengan baik; namun juga harus digunakan dengan baik secara fisik.
Share Post
Written by
No comments

LEAVE A COMMENT