Welcome To Our Magazine Website

Proses Desain dan Profesi Desainer

Rangkuman ini berisi pengetahuan formal yang tepat untuk mahasiswa yang mempelajari desain interior. Membaca rangkuman ini akan memberikan pemahaman lebih mendalam dan mempersiapkan diri Anda untuk benar-benar memasuki dunia desain interior.

Desain Interior: Pencarian Seumur Hidup

Desain interior merupakan karir yang menjanjikan, dan juga merupakan kegemaran yang menarik, yang memberikan penyelesaian personal, estetika, dan intelektual dan sifatnya abadi. Seseorang dengan rasa ketertarikan yang tinggi dapat memiliki pengetahuan yang luas mengenai desain dan dapat menciptakan kecantikan pada interior dan gaya. Tergabung dalam desain interior merupakan suatu penghargaan yang memperluas intelektual dan memperdalam sensitifitas akan estetika.

Bahasa Desain

  • Desain interior memiliki materi perbendaharaan kata: gaya, bentuk, detil, cahaya, warna, pola, tekstur, lines, dan massa.
  • Tata bahasanya dapat dibandingkan dengan prinsip desain yaitu: keseimbangan, ritme, tekanan, skala, proporsi, kesatuan, variasi, dan harmoni.

Interior Perumahan dan Kesejahteraan

  • Rumah merupakan suatu hiburan dari tekanan dan segala elemen yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
  • Rumah merupakan tempat dimana kita mencari penghiburan dan relaksasi. Rumah merupakan tempat dimana kita dapat mengistirahatkan tubuh dan tidur.
  • Rumah harus menjadi suatu penyegaran dan pendukung, dan merupakan hal yang penting bagi kita sebagai suatu tempat dimana nilai-nilai terbaik dapat didukung dan didorong.
  • Desain interior merupakan sarana untuk membuat rumah jadi menyenangkan dan fungsional.
  • Perencanaan interior yang buruk dapat menambah beban emosional dan dapat menjadi sumber frustasi yang tidak perlu.
  • Rumah yang indah dan terencana dengan baik bukan merupakan suatu jaminan kebahagiaan, tetapi interior yang didesain dengan baik tentunya dapat melancarkan perjalanan hidup yang keras ini.
  • Penting untuk dicatat bahwa tidak terdapat hubungan antara ukuran dan kemewahan dari rumah dengan fungsi dari rumah itu sendiri.
  • Ketika rumah memiliki keberuntungan untuk bertumbuh dan berkembang bersama dengan penghuninya bertahun-tahun, pesonanya pun akan bertambah pula.

Kebutuhan akan Desain Interior

  • Rumah dan bangunan baru membutuhkan desain yang lengkap. Arsitektur yang baru harus direncanakan dengan baik, mulai dari susunan dan alokasi ruangan hingga pemilihan material dan perlengkapan baru.
  • Interior membutuhkan adanya perbaikan. Seiring berjalannya waktu, material dan perlengkapan yang lama bisa tidak nyaman dipakai lagi. Ketika barang-barang tersebut telah usang, maka harus diganti.
  • Perubahan program. Saat komposisi rumah tangga ataupun bisnis mengalami perubahan, akan dibutuhkan adanya renovasi dan refurnishing pada interior. Contohnya, ketika seorang anak lahir, maka akan dibutuhkan lebih banyak kamar tidur di dalam rumah.
  • Perubahan fashion. Sebaik apapun suatu interior dibuat, akan selalu ada perubahan. Saat material dan furnishing baru dikembangkan, terdapat banyak kemungkinan perubahan yang dapat menghadirkan kesegaran pada interior.

 

Proses Desain

Berikut ini merupakan langkah-langkah yang diambil oleh desainer untuk memecahkan permasalahan dan menjawab pertanyaan diajukan oleh desainer proyek.

Surat Persetujuan

  • Sebagai perlindungan untuk kedua belah pihak, sebagian besar desainer akan mempersiapkan surat perjanjian yang berisi tentang tanggung jawab desainer dan kewajiban finansial yang harus dipenuhi oleh klien untuk mengganti layanan yang diberikan oleh desainer.  
  • Surat ini mencegah adanya pemborosan waktu untuk penelitian, pemrograman, dan persiapan konsep desain jika proyek tidak membuahkan hasil atau klien memilih desainer yang berbeda.
  • Surat ini juga menjamin bahwa klien akan mendapatkan apapun yang disetujui oleh desainer untuk memberikan keseluruhan ataupun sebagian dari proyek.

Pernyataan Masalah

  • Hal ini mengindikasikan sifat dasar dari suatu proyek ( sebagai tempat tinggal yang utama, kantor, ataupun toko).
  • Pernyataan tersebut juga dapat memasukkan lokasi proyek dan bahkan alamat spesifiknya.

Penelitian dan Pemrograman

  • Ringkasan tujuan, persyaratan, dan larangan sehubungan dengan permasalahan desain dan solosinya disebut sebagai program.
  • Proses programming dilakukan dengan mengumpulkan, menyusun, menganalisa, dan memverifikasi informasi yang diperlukan untuk memahami permasalahan dan memecahkannya.
  • Berikut ini merupakan beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan dalam penelitian dan programming:

Pengguna  

  • Profil menunjukkan demografi rumah tangga, yaitu informasi statistik mengenai jumlah dan jenis tempat tinggal.
  • Demografi rumah tangga dapat ditentukan melalui wawancara dengan pengguna utama atau dengan sarana kuesioner yang dikembangkan oleh desainer.

Gaya Hidup dan Fungsi

  • Merepresentasikan cara konstan seseorang atau sekelompok orang untuk berubah dan bagaimana mereka menggunakan waktu mereka.
  • Saat komposisi dari keluarga atau kelompok berubah dan saat seseorang bertambah tua, maka ketertarikan, kebutuhan dan gaya hidup pun berubah.
  • Kebutuhan seseorang harus dinilai dalam hal fungsi dari suatu ruangan yang dibayangkan oleh pengguna, dan juga jenis furnishings dan peralatan yang dibutuhkan.

Hubungan

  • Jalur komunikasi yang penting dan kebutuhan pendekatan harus teridentifikasi. Sebagai contoh, akan sangat menyenangkan untuk menjahit dan menyeterika di dekat
  • Mengidentifikasi tipe-tipe hubungan yang memfasilitasi penggunaan ruangan yang efisien dan membuat desain menjadi lebih efektif karena rasa nyaman yang dihadirkan.

Persyaratan Ruang

  • Untuk memprogram persyaratan ruang, desainer harus merencanakan inventori furnishings, clothing dan peralatan khusus lainnya yang dimiliki oleh pengguna.
  • Tidak hanya membutuhkan ruang yang cukup untuk pergerakan dan sirkulasi di dalam satu ruangan, namun desainer juga harus mempertimbangkan bagaimana suatu pikiran dapat bergerak dalam satu ruangan. Ruang yang tidak cukup, atau ruang tanpa jendela dimana mata dan pikiran tidak dapat berkembang, merupakan hal yang kurang menyenangkan untuk banyak orang dan bahkan menjadi claustrophobic untuk beberapa orang.

Faktor Lingkungan

  • Suatu kesadaran akan isu-isu tertentu dapat membawa seseorang pada suatu aksi yang akan mempengaruhi kualitas hidup kita dan generasi yang akan datang.
  • Perhatian mengenai lingkungan tidak dapat diletakkan di bawah estetika; harus ada sintesis antara kedua hal tersebut.

Iklim dan Cuaca

  • Iklim dengan udara panas dan/atau udara dingin yang ekstrem membutuhkan adanya insulation yang cukup, demikian juga dengan sistem pemanas dan/atau pendingin yang cukup.
  • Iklim dan cuaca juga mempengaruhi peletakkan bangunan untuk mengambil keuntungan dari kondisi iklim tertentu.
  • Faktanya, cuaca dan iklim harus menjadi kunci dalam menentukan tipe struktur yang akan dibangun.

Lokasi Fisik

  • Lokasi: lokasi dari suatu bangunan harus mempengaruhi desainnya. Bangunan tersebut harus selaras dengan lingkungan sekitarnya, meskipun style nya tidak harus sama, namun sekedar harmonis.
  • Pemandangan: pemandangan siang hari dan malam hari yang cantik merupakan asset yang berharga untuk suatu interior dan harus ditampilkan dalam desain bangunan.
  • Aturan Angin: bangunan harus berorientasi pada kegunaan dari angin untuk pendinginan alami. Ketika angin berhembus terlalu kencang atau terasa sangat dingin, maka bangunan dan landscape nya harus mampu menjadi tempat berlindung.
  • Paparan Sinar Matahari: seperti angin, matahari dapat menjadi faktor negative dan positif. Saat musim dingin, matahari yang memancar melalui jendela selatan dapat menghadirkan rasa hangat dan nyaman, namun tanpa perlindungan yang cukup dari matahari, suatu interior bisa menjadi sulit didinginkan dan udara panas dapat merusak furnishings dan menghasilkan cahaya menyilaukan yang mengganggu.
  • Kebisingan: Suara bising dari luar dan dari dinding interior dapat dikontrol dengan insulation ekstra, konstruksi yang tepat dan kaca yang diinsulasi.
  • Bahaya lingkungan: Saat proses perencanaan, penting untuk waspada terhadap kondisi-kondisi berbahaya, beberpa kondisi tersebut cukup serius untuk menjamin pemilihan lokasi baru.  

Pertimbangan Mekanis

  • Pertimbangan mekanis meliputi pemanas, ventilasi, air-conditioning (HVAC), plumbing, pencahayaan, dan telepon.
  • Pengetahuan dasar mengenai cara system-sistem ini berfungsi sangat membantu dalam memahami bagaimana mereka harus berintegrasi dengan interior yang lengkap.

Pertimbangan Psikologis dan Sosiologis

  • Kebutuhan psikologis dan sosiologis juga harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena desain interior memiliki kekuatan untuk membuat sesorang merasa senang dengan lingkungannya dan dapat mempengaruhi cara mereka merasakan satu dengan yang lain.
  • Pertimbangan psikologis dan sosiologis lainnya meliputi kebutuhan akan privasi dan interaksi, hubungan kultural, keamanan dan keselamatan, dan keakraban dan stabilitas.

Privasi dan Interaksi

  • Beberapa orang suka menyendiri, di mana orang lain senang berteman. Terlepas dari sifat sosial alami kita, kita semua memiliki waktu di mana kita butuh sendiri dan ketika kita butuh berinteraksi dengan orang lain.
  • Ruangan seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang bermain game, ruang makan, dan bahkan dapur harus dibuat untuk mendukung interaksi antar anggota rumah.
  • Keinginan untuk menyendiri dan introspeksi merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus memiliki tujuan dan dihargai.

Hubungan Kultural

  • Aspek khusus dari kebudayaan lokal atau sejarah keluarga dapat meningkatkan kualitas dari suatu interior.

Keamanan dan Keselamatan

  • Keamanan fisik dari penghuni rumah dan barang-barang di dalamnya dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis dalam suatu rumah.
  • Kebutuhan akan perlindungan merupakan salah satu dari alasan dasar seseorang menjadikan rumah sebagai tempat berlindung.

Keakraban dan Stabilitas

Desain dari suatu interior dapat meliputi barang-barang yang menciptakan stabilitas dan ketentraman hati melalui rasa akrab yang dihadirkan. Contohnya, suatu ruang dapat didesain untuk foto-foto keluarga dan momen personal lainnya. Barang-barang tersebut seringkali menjadi pengingat akan suatu kejadian ataupun orang-orang dan mendukung sistem emosi kita.

Faktor Ekonomi

  • Faktor ekonomi merupakan beberapa pertimbangan yang paling penting karena memiliki dampak luas terhadap suatu desain.
  • Tanpa biaya yang cukup, suatu desain hanya akan tertulis dalam kertas selamanya.
  • Terdapat beberapa pertimbangan yang akan membuat desain menjadi lebih ekonomis. Contohnya, material bangunan yang melimpah biasanya akan lebih murah.
  • Komponen eksterior dan interior dari suatu bangunan yang berukuran standar memiliki harga yang tidak mahal jika dibandingkan dengan komponen yang dipesan khusus atau diproduksi dengan mode
  • Biaya penggantian barang ketika material digunakan juga merupakan faktor penting dalam perencanaan ekonomi.
  • Biaya pemeliharaan material merupakan faktor lain dalam perencanaan ekonomi.
  • Ekonomi juga dapat mencakup perencanaan ke depan mengenai perubahan dan adanya tambahan di masa depan.  

Preferensi Desain

Preferensi ini membimbing desainer melalui fase pengembangan konsep dalam proses desain.

Kode

Kode dan larangan merupakan hukum yang ditegakkan oleh Negara dan pemerintah lokal serta agensi kesehatan, keamanan dan kesejahteraan user.  

Menulis Program

Analisis

  • “Kebutuhan” yang sesungguhnya harus dipisahkan dari form berisi “keinginan”.

Program Tertulis

  • Program memberikan arah dan solusi yang harus dimiliki suatu desain, dan dapat menjadi peta yang membantu desain agar tetap sesuai konteks.

Perkembangan Desain

Pemikiran yang kreatif akan menghasilkan ide-ide untuk solusi desain melalui fase penelitian dalam proses desain. Namun, hanya setelah data penelitian telah dianalisa dan diartikulasi dengan jelas pada program tertulis, maka pengembangan idea tau konsep dapat diformulasikan dengan akurat.

Perkembangan Konsep Desain

  • Perkembangan konsep biasanya dimulai dengan brainstorming, menghasilkan banyak ide tanpa berhenti untuk menghakimi kualitasnya.
  • Bagian penting dari brainstorming adalah arus ide, saat satu ide memicu ide yang lain dan dua ide dapat menyarankan ide ketiga atau kombinasi ide.
  • Ide diambil dari quick drawings yang disebut skema, yang digunakan untuk memvisualisasikan perencanaan ruang, pola traffic, detail, atau bahkan skema warna yang memungkinkan.
  • Ketika ide terbaik dibawa ke suatu tingkat penyelesaian, maka konsep desain mulai muncul.

Working Drawings dan Spesifikasi

  • Perkembangan desain final meliputi working drawings; pemilihan final material, finishes, dan furnishings, dan spesifikasi tertulis.
  • Working drawings merupakan drawings mekanis yang telah selesai atau rencana yang dipersiapkan untuk digunakan oleh kontraktor dalam membuat penawaran dan menyelesaikan konstruksi desain.
  • furnishing dan material yang digunakan dalam desain harus terperinci dan tertera pada daftar yang disebut spesifikasi, yang meliputi: identifikasi barang, pabrik pembuatnya, harga per unit, dan total tambahan, kuantitas dan tipe material, stardar keawetan atau tahan dari api, tipe finishes, instruksi khusus untuk konstruksi dan shipping weights dan data penting lainnya.

Eksekusi

  • Eksekusi merupakan implementasi dari desain. Selama eksekusi, pembongkaran dilakukan, construksi yang sesungguhnya dimulai, dan pesanan material serta furnishing
  • Selama fase ini, pekerjaan dari kontraktor harus diinspeksi untuk memastikan bahwa rencana telah dilaksanakan dengan tepat.
  • Selama instalasi, furnishings harus dihindarkan dari kerusakan.

Postoccupancy Evaluation

  • Setelah periode di mana users telah tinggal dalam rumah dan mengecek efektivitas desain, maka, postoccupancy evaluation (POE) akan menunjukkan betapa baiknya fungsi dari suatu desain.

 

Profesi Desain Interior

Saat berdiskusi tentang proses desain, menjadi seorang desain interior profesional membutuhkan lebih dari sekedar antusiasme dan selera yang bagus. Desain interior yang sukses memiliki kemampuan teknis dan administratif dan wawasan mengenai pemecahan masalah, organisasi, dan kooperasi, dan memperhatikan setiap detail.

Profesi Desain: Dulu dan Sekarang

  • Profesi desain interior saat ini dapat dikatakan memiliki dua pendahulu, yaitu: arsitektur dan seni dekoratif.
  • Di awal abad ke 20, banyak orang Amerika kaya dan berstatus tinggi yang meminta interior yang telah terencana daripada apa yang disediakan oleh arsitek atau Saat itu merupakan poin dimana arsitektur dan seni dekoratif menggabungkan diri untuk menghasilkan jenis profesi yang baru: desain interior, yang akan mengkoordinasi, dan mengawasi rencana, konstruksi dan inslatasi interior.
  • Desainer interior saat ini tidak hanya mendesain interior yang kreatif dan individual tetapi juga bertindak sebagai penentu, pengorganisir, dan pembeli.

Keterampilan Desainer

  • Mengembangkan desain, termasuk menghasilkan dan menyempurnakan ide desain yang sesuai dengan konsep desain.
  • Mempersiapkan dokumen dan surat persetujuan yang berkaitan dengan semua aspek interior yang sesuai kontrak dan menangani keuangan dan persoalan bisnis dengan eksekusi desain.
  • Bekerja dengan sistem bangunan yang spesifik, seperti pemanas, plumbing, air-conditioning, dan semua aspek pencahayaan.
  • Melakukan spesifikasi pada material, finishes dan furnishings, yang membutuhkan pengetahuan tentang semua tipe lantai, ceiling, dan material wall-covering dan tekstil, juga pengetahuan tentang periode dan arsitektur kontemporer dan furnishings dan green design.
  • Mempersiapkan working drawings untuk lemari cabinet dan detil interior untuk dieksekusi oleh craftperson atau subcontractor.
  • Mengawasi eksekusi, pemasangan, dan penyelesaian semua area kontrak pada proyek desain.
  • Mengadakan POE.

Keterampilan spesifik dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk tugas ini adalah:

  • Keterampilan teknis meliputi drafting atau technical drawing, keterampilan menggunakan komputer yang dapat diaplikasikan pada manajemen bisnis, juga keterampilan desain dan komputasi untuk mengukur dan memberi harga.
  • Pengetahuan tentang metode konstruksi, sistem bangunan, kode, spesifikasi arsitektur, dan persyaratan keamanan.
  • Kesadaran tentang inovasi pada material, finishes dan
  • Keterampilan bisnis seperti manajemen karyawan, budgeting, purchasing dan aliran kredit, pemasaran, dan public relation.
  • Kemampuan komunikasi verbal, meliputi kemampuan untuk menghadirkan ide, konsep, dan kontrak tertulis dan dalam bentuk verbal.
  • Kemampuan komunikasi visual, meliputi kemampuan untuk menghadirkan ide dan konsep dalam sketsa, renderings, dan drawings

Perkembangan Pelatiihan dan Profesional

Pendidikan Desain Formal

  • Terdapat banyak institusi yang menawarkan akreditasi dan gelar interior desain yang telah berkembang dan sertifikat program.
  • Program pendidikan membutuhkan dua hingga enam tahun masa studi, dengan tambahan waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh gelar saat lulus.
  • Merupakan hal yang memungkinkan untuk memotong jalur pendidikan formal dan mempelajari profesi desain interior dengan magang dan on-the-job experience, proses ini membutuhkan lebih banyak waktu dan sulit dibandingkan dengan program studi formal.
  • Sebagian besar sekolah memiliki pilihan magang yang mengijinkan siswa untuk menerima kredit akademik ketika bekerja di perusahaan desain interior profesional; pilihan tersebut memberikan kesempatan yang menguntungkan untuk mengombinasikan teori dengan praktek.

Titlement dan Lisensi

  • Untuk memastikan profesionalitas, kompetensi, dan kualitas layanan, bebrapa Negara telah memiliki title atau lisensinya.

Sumber Desain Interior

Sumber Perdagangan

  • Sumber perdagangan dalam jumlah yang sangat besar diadakan untuk melayani industry desain interior saat ini.
  • Sumber perdagangan merupakan perusahaan atau vendor yang menjual barang dan layanan kepada trade (desainer, arsitek, dan specifiers) untuk dibeli oleh klien retail.

Profesional pada Bidang Terkait

  • Desainer interior harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam satu tim dengan profesional seperti : kontraktor umum dan builders, arsitek, subcontractor, cabinetmakers, retailers dan wholesalers, fabricators dan craftspeople, pemasang material.

Karir Desain Interior

Pendidikan desain interior memberikan kesempatan profesional pada hampir semua bidang dan spesialisasi. Satu dari dua kategori karir memiliki karakteristik yang jelas dan konsisten dari satu proyek ke proyek lainnya.

Desain Interior Rumah

  • Desainer rumah menciptakan interior untuk rumah, vila, apartemen, town houses dan tempat tinggal lainnya.
  • Mereka memiliki kontrak tertutup dengan users, seringkali bekerja secara langsung dengan mereka, dan berusaha untuk mengekspresikan personal taste dari klien mereka.

Kontrak Desain Interior

  • Kontrak desain biasanya kurang personal daripada pekerjaan residensial lainnya dan membutuhkan perhatian yang lebih tinggi mengenai isu manajemen proyek dan pemenuhan kode.

Spesialisasi Desain

  • Spesialisasi mengizinkan desainer untuk bekerja di area di mana keahlian mereka dapat menghindarkan adanya kesalahan dan litigasi yang konsekuen.
  • Seiring dengan desainer interior yang memiliki tanggung jawab legal mengenai pengeluaran proyek mereka, pentingnya spesialisasi sebagai resiko strategi manajemen pun bertambah.

Mengajarkan Desain Interior

  • Untuk memenuhi syarat dalam suatu posisi full-time pada universitas, college, atau sekolah desain, kandidat biasanya diharapkan untuk memiliki pengalaman profesional dan terminal degree:  master of arts (MA), master of sciences (MS), master of fine arts (MFA), atau doctor of philosophy (PhD).
  • Gelar tersebut dapat berhubungan dengan desain interior ataupun bidang terkait lainnya seperti arsitektur, sejarah seni, manajemen bisnis, CAD, pendidikan, historic preservation, kemanusiaan, psikologi, ataupun housing.
  • Mengajar desain di Sekolah Menengah ataupun komunitas college merupakan salah satu pilihan karir. Gelar sarjana dapat menjadi persyaratan minimal untuk mengajar di salah satu situasi ini dan Sekolah Menengah biasanya membutuhkan sertifikat mengajar pula.

Pertimbangan Finansial

  • Karena sebagian besar klien bisanya melihat bahwa pembuatan interior sebagai pengeluaran yang besar, maka mereka ingin memastikan bahwa uang yang mereka investasikan pada proyek desain memang digunakan dengan tepat.
  • Desainer tidak hanya akan membutuhkan sense pada estetika yang baik dan pelatihan, namun juga sense terhadap keuangan yang baik.
  • Pengetahuan menyeluruh mengenai sumber dan produk merupaka hal yang penting untuk desainer agar dapat menyarankan dan memperoleh elemen yang dapat dijangkau oleh klien dan sesuai kebutuhan klien.
  • Dengan mengaplikasikan elemen dan prinsip desain, desainer dapat mencegah adanya kesalahan dalam pembuatan estetika yang dapat mengecewakan klien dan membutuhkan pekerjaan ekstra untuk meperbaikinya.
  • Yang terakhir, desainer harus dibayar. Jumlah dan struktur pembayaran desainer bervariasi sesuai dengan lingkungannya dan berdasarkan tipe dan layanan tambahan yang diberikan desainer.
  • Untuk berkonsultasi dengan klien, desain biasanya memberikan flat fee charge atau biaya per jam.
  • Untuk mengeksekusi interior perumahan, desainer sering menerima pembayaran berdasarkan waktu yang dihabiskan untuk mempersiapkan estimasi, drafting, rendering, shopping, dan supervising installation dimana desainer interior dibayar per bulan atau dalam kenaikan pada berbagai variasi di program desain telah terselesaikan.
  • Kontrak desain interior seringkali berdasarkan flat fee, komputasi pada waktu yang telah ditentukan untuk melengkapi desainnya.

Desain Interior di Masa Depan

  • Sudah jelas bahwa di masa depan, butuh lebih banyak desainer interior yang lebih berpengetahuan luas mengenai aspek kompleks dan teknis dari desain interior. Karena itu, desainer di masa depan akan memiliki spesialisasi lebih jauh untuk menambah keahlian mereka pada satu area di bidang desain.
  • Teknologi komputer memainkan peran dalam desain interior di masa depan.
  • Teknologi memberi dampak pada desain interior dengan cara yang menarik dan menakjubkan.
Share Post
Written by
No comments

LEAVE A COMMENT