Welcome To Our Magazine Website

Rangkuman ini berisi pengetahuan formal yang tepat untuk mahasiswa yang mempelajari desain interior. Membaca rangkuman ini akan memberikan pemahaman lebih mendalam dan mempersiapkan diri Anda untuk benar-benar memasuki dunia desain interior.

 

Penataan furnitur berkenaan langsung dengan estetika dan fungsi. Penataan furnitur berdasarkan prinsip-prinsip estetika menambah daya tarik visual sebuah ruangan dan dapat membuat kegunaan ruangan tersebut lebih memuaskan.

Penataan furnitur yang baik harus fungsional sekaligus mampu memanjakan panca indera.

 

Fungsi

  • Fungsi akan menentukan pemilihan dan penataan furnitur.
  • Penataan furnitur harus direncanakan untuk mengakomodasi aktivitas yang sesuai dengan ketersediaan ruang.
  • Pertimbangan fungsi berlaku untuk setiap area di rumah.

Mengombinasikan Fungsi

  • Kombinasi fungsi merupakan kebutuhan absolut pada sebuah rumah mungil atau apartemen.
  • Perencanaan kreatif tertentu tidak hanya akan memecahkan masalah, namun juga akan memberikan solusi dengan banyak fungsi dan daya tarik estetis.

Fungsi Mekanis

  • Penting juga menata furnitur supaya tidak bertentangan dengan fungsi mekanis sebuah interior.

Sirkulasi

  • Penataan furnitur harus mengakomodasi pergerakan bebas, atau sirkulasi, dari satu tempat ke tempat lainnya. Furnitur harus ditempatkan untuk mempertegas pergerakan tersebut dengan membuat pergerakan lalu-lalang mengalir atau dengan melarang dan mengalihkan lalu lintas jika diperlukan.
  • Kita dapat mengontrol arus pergerakan lalu-lalang dengan menempatkan furnitur pada lokasi-lokasi kunci, sehingga akan memaksa pergerakan lalu-lalang untuk menghindari area-area tersebut yang seharusnya digunakan untuk duduk dan berbincang ataupun fungsi lainnya di mana pergerakan lalu-lalang bisa menjadi pengganggu.

 

Human Factors

Antropometri

  • Ukuran dari bentuk manusia merupakan pertimbangan yang penting dalam penataan furnitur karena ukuran manusia harus menjadi standar pengukuran untuk desain interior.

Pembersihan Standar

  • Jalur utama pergerakan lalu-lalang sebaiknya berukuran 1 meter atau lebih.
  • Pembersihan minimal untuk pergerakan lalu-lalang adalah 0,5 meter.
  • Tempat duduk yang disandingkan dengan coffee table membutuhkan pembersihan setidaknya lebih dari 0,3 meter antara meja dengan bagian depan tempat duduk.
  • Supaya pengguna dapat meluruskan kaki di depan tempat duduk, dibutuhkan area sekitar 0,5 meter, tergantung dari panjang kaki dan sudut perpanjangan.

Proxemics

  • Sebuah istilah yang dipakai oleh antropolog Edward T. Hall, mendeskripsikan bagaimana cara orang menggunakan ruang dan cara penggunaan tersebut berkaitan dengan kebudayaan. Pola proxemic ada bermacam-macam dalam keberagaman kebudayaan.

Pengerumunan

  • Pengerumunan bukan sebuah fungsi mutlak dari dimensi. Pengerumunan terlihat sangat berkaitan dengan kebudayaan, kepribadian, dan keinginan untuk memiliki keterlibatan dengan orang lain.

Teritorial

  • Teritorial adalah sebuah aspek dari proxemics yang berhubungan dengan kebutuhan untuk memiliki area untuk diri sendiri.
  • Penting untuk memahami kebutuhan ini, sehingga ketika menempatkan furnitur, kita tidak hanya mengalokasikan area yang sesuai untuk setiap orang, tapi sekaligus mendesain area bersama dengan ruang dan kenyamanan yang memberikan kesempatan pada pengguna untuk mempersonalisasi dan menetapkan teritorial.

 

Elemen dan Prinsip Desain

Keseimbangan, Skala, dan Massa

  • Furnitur harus ditata untuk memberikan keseimbangan di dalam interior. Berat atau visual (seberapa berat benda terlihat) adalah pertimbangan utama dalam menata furnitur untuk menciptakan keseimbangan.
  • Berikut ini adalah beberapa panduan untuk mempertimbangkan keseimbangan dan skala dalam penataan furnitur:

1. Berat atau massa visual dari benda lebih penting dibandingkan ukuran atau skala asli dalam menciptakan penataan yang seimbang.

2. Furnitur dapat diseimbangkan dengan furnitur lainnya.

3. Furnitur juga dapat digunakan untuk menyeimbangkan elemen arsitektur yang ada di dalam sebuah interior.

4. Menyatukan beberapa furniture dapat menciptakan massa yang lebih berat untuk mencapai keseimbangan.

5. Pengelompokkan bisa diatur untuk membuat keseimbangan simetris atau asimetris. Satu bentuk keseimbangan tidak lebih baik dari lainnya.

6. Pencahayaan juga harus dipertimbangkan dalam perencanan keseimbangan penataan furnitur.

7. Penilaian akhir terhadap apakah keseimbangan sudah tercapai akan menjadi sesuatu yang personal, visual, dan intuitif— tidak ada alat yang lebih baik untuk penilaian seperti itu selain mata.

Ritme

Satu aspek khusus yang penting dari ritme untuk mempertimbangkan ketika membuat penataan furnitur adalah ritme melalui alternasi.

  • Sebuah interior akan menjadi lebih menarik jika dilapisi dengan kain dan benda-benda dari kayu atau peralihan tekstur keras dan lembut.
  • Alternasi dari tekstur akan menciptakan kontras, sebuah elemen yang membuat desain lebih menarik.
  • Alternasi bentuk persegi dan melengkung juga akan membuat interior terlihat lebih menarik.
  • Daya tarik yang sama juga akan tercipta ketika bentuk tinggi dan rendah dikombinasikan.

Penekanan

  • Penekanan berkaitan dengan pembuatan titik fokus. Titik fokus adalah objek atau area yang mampu menarik perhatian.
  • Perencanaan titik fokus utama dan sekunder memberikan tujuan dan secara halus melibatkan dan menstimulasi panca indera ketika mata bergerak dari satu area yang ditonjolkan ke area lainnya.
  • Arsitektur adalah titik fokus alami yang menarik perhatian.
  • Inilah beberapa panduan untuk membuat penekanan:
  • Di dalam ruangan dengan titik fokus alami, furnitur dapat ditempatkan untuk menonjolkan ruangan tersebut.
  • Di dalam ruangan yang kurang memiliki titik fokus, furnitur dapat ditempatkan untuk membuat pengelompokkan.
  • Kebanyakan ruangan hanya akan memiliki satu area fokus utama dan beberapa area sekunder.
  • Ruangan yang sangat luas bisa jadi membutuhkan lebih dari satu area fokus utama.

Garis dan Harmoni

Di manapun sebuah furnitur diletakkan pada sebuah tempat, sebuah garis diciptakan di mana furnitur bertemu dengan lantai atau di mana siluet furnitur tersebut terlihat pada latar belakang.

  • Garis adalah alat yang sangat kuat dan harus digunakan secara bijaksana untuk menciptakan penataan furnitur yang harmonis.
  • Beberapa poin untuk dipertimbangkan seputar harmoni garis ketika merencanakan penataan furnitur termasuk beirkut ini:
  • Jika sebuah garis digunakan dalam sebuah ruangan, garis tersebut harus terhubung secara harmonis dengan garis lainnya yang ada di sana.
  • Menempatkan benda-benda besar pada sebuah sudut sering mengabaikan garis-garis dasar arsitektur. Meskipun begitu, jika elemen lainnya ditata selaras dengan garis diagonal, hasilnya bisa jadi sangat harmonis dan menarik.
  • Kursi dalam sebuah pengelompokkan pada sudut tertentu cenderung membuat penataan terasa tidak terlalu formal dan kaku.

Bentuk dan Ruang

  • Bentuk dalam sebuah penataan furnitur adalah benda-benda satuan dari furnitur. Ruang adalah area kosong di antara benda-benda furnitur. Desain ruang sama pentingnya seperti bentuk furnitur.

Proporsi

  • Pada kebanyakan tempat, proporsi sebuah ruangan harus dipertimbangkan secara hati-hati ketika meletakkan furnitur.
  • Penataan furnitur dapat direncakanan untuk memanfaatkan ruang-ruang janggal dan dalam beberapa kasus, proporsi sebuah ruang dapat diubah secara visual dengan penataan furnitur yang baik. Berikut ini beberapa pertimbangan yang mungkin dapat membantu:
  • Ruangan persegi panjang, jika tidak terlalu sempit, merupakan ruangan yang paling fleksibel dan mudah untuk ditata.
  • Ruangan persegi lebih sulit, namun dapat ditata dengan pengelompokkan persegi panjang.
  • Jika ruangan perseginya cukup luas, sebuah area berkarpet juga dapat digunakan untuk membuat titik fokus pusat dengan pengelompokkan persegi atau persegi panjang yang ditempatkan pada bagian tengah ruangan.
  • Ruang yang panjang dan sempit merupakan sebuah tantangan. Cara terbaik untuk mengatasi tipe ini adalah dengan membaginya menjadi beberapa area dengan fungsi berbeda.
  • Ruang tamu yang sempit juga dapat dibagi berdasarkan penggunaannya.
  • Ruangan yang panjang dan sempit tidak membutuhkan sofa super panjang untuk menyesuaikan proporsi ruangan.

Pengelompokkan Dasar

  • Kebanyakan pengaturan tempat duduk cocok untuk tujuh konfigurasi dasar, seperti berikut ini:
  • Pengelompokkan garis-lurus dibentuk dengan mengatur furnitur dalam garis-garis yang berkesinambungan. Karena konfigurasi ini paling efisien untuk duduk banyak orang dalam sebuah ruangan, maka ini menjadi pilihan populer untuk interior bangunan kontrak.
  • Pengelompokkan L-shaped, dibentuk dengan dua tempat duduk yang ditempatkan pada sudut kanan satu sama lain, yang menjadikannya kondusif untuk berinteraksi. Pengelompokkan L-shaped membuat orang lebih mudah berbincang-bincang karena sudut percakapannya nyaman.
  • Pengelompokkan U-shaped adalah sebuah lanjutan dari L- Konfigurasi ini juga memungkinkan interaksi dan perluasan ruangan untuk tempat duduk nantinya.
  • Pengelompokkan Box-shaped dibentuk dengan menambahkan tempat duduk untuk menutup sebagian area terbuka pada pengelompokkan u-shaped. Ini merupakan konfigurasi terbaik untuk pengguna dengan jumlah terbesar berinteraksi.
  • Pengelompokkan Melingkar sama seperti pengelompokkan box-shaped, hanya saja seperti namanya, mereka ditata dalam bentuk lingkaran.
  • Pengelompokkan Paralel adalah penataan yang bagus untuk menonjolkan atau bahkan menciptakan titik fokus natural.
  • Pengelompokkan Sendiri mungkin terdengar seperti paradox—pemikirannya terlihat tidak cocok. Namun, penting untuk diingat bahwa benda-benda satuan ditempatkan jauh dari pengelompokkan utama dari furnitur pada umumnya membutuhkan beberapa bentuk pelengkap.

 

Pertimbangan Bangunan Kontrak

Fungsi

  • Dalam beberapa kasus desain non-perumahan, daftar fungsi tidak selalu berkaitan dengan orang tertentu tapi lebih kepada kebutuhan atau fungsi umum.

Tipe Furnitur Bangunan Kontrak

  • Desain bangunan kontrak sering melibatkan penempatan perlengkapan yang tidak sama dengan furnitur apapun yang digunakan dalam desain perumahan.
  • Desainnya harus merefleksikan pemahaman akan setiap prosedur dan hubungan antara prosedur berbeda, sehingga perlengkapan dan peralatannya dapat ditempatkan untuk keefisienan dan kenyamanan.

Perencanaan Untuk Sistem Furnitur

  • Sistem furnitur menyediakan fleksibilitas tinggi, namun menentukan kebutuhan ruang dan fungsi untuk setiap area adalah sebuah usaha yang besar. Tugas ini dibuat lebih sederhana dengan menggunakan software komputer yang disediakan perusahaan furnitur untuk mengumpulkan dan menganalisa data tentang kebutuhan dan fungsi.

Sirkulasi

  • Karena beberapa permasalahan utama dari sirkulasi dan pengaturan pergerakan lalu-lalang hampir sama untuk perumahan dan bangunan kontrak, prinsip dan solusi yang diobservasi pada salah satu setting dapat diaplikasikan pada setting
  • Dengan merencanakan pola sirkulasi natural, kemudian menentukan ke mana pergerakan lalu-lalang harus mengalir, ruang-ruang terbuka dengan furnitur atau peralatan yang ditata sedemikian rupa dapat didesain untuk difungsikan sebagaimana seharusnya jika mereka memiliki dinding atau pemisah sungguhan untuk mengatur pergerakan lalu-lalang.
Share Post
Written by
No comments

LEAVE A COMMENT