Welcome To Our Magazine Website
 

Membedakan Desainer Interior dengan Arsitek

Perbedaan yang tipis di antara keduanya tidak berarti dua profesi ini tidak dapat dibedakan satu sama lain.

Dari namanya, mungkin Anda beranggapan bahwa pekerjaan desainer interior dan arsitek merupakan dua keahlian yang benar-benar berbeda. Padahal yang terjadi justru sebaliknya karena kedua profesi tersebut memiliki banyak kemiripan dalam beberapa hal, sehingga sering membingungkan untuk membedakan keduanya. Bahkan, ada kemungkinan bahwa Anda akan membutuhkan kerja dari keduanya untuk mewujudkan hunian impian Anda. Apalagi kalau Anda ingin membuat rumah benar-benar dari nol.

Membedakan Desainer Interior dan Arsitek

Untuk melihat perbedaan dari keduanya, maka Anda bisa menyimak dan membandingkan langsung daftar kemampuan serta tanggung jawab pekerjaan desainer interior dan arsitek.

Desainer Interior

  1. Melakukan perubahan pada interior ruangan.
  2. Terlatih untuk mendesain dan merencanakan berbagai interior bangunan mulai dari bangunan pribadi hingga publik.
  3. Mampu menggambar desain ruangan dengan bagus, baik secara manual ataupun komputer.
  4. Dapat melakukan perubahan desain ruangan yang sederhana hingga perombakan ruang yang besar, di mana dibutuhkan bantuan profesi lainnya seperti arsitek atau kontraktor.
  5. Dapat menyeimbangkan kecantikan dan fungsionalitas ruangan.
  6. Memiliki pengetahuan yang dalam tentang keamanan bangunan yang akan menjauhkan Anda dari kekhawatiran.
  7. Mengetahui bagaimana mewujudkan ruangan impian Anda, bahkan membuatnya terlihat lebih bagus.
  8. Memiliki kemampuan spasial yang kuat serta kemampuan desain estetis yang baik.
  9. Bertemu dengan klien potensial.
  10. Mendiskusikan proyek.
  11. Mempresentasikan anggaran proyek kepada klien.
  12. Menyesuaikan desain klien supaya sesuai dengan anggaran dan kebutuhan mereka
  13. Menyiapkan material interior yang dibutuhkan untuk proyek.

Arsitek

  1. Melakukan perubahan pada interior dan eksterior ruangan.
  2. Memiliki pengetahuan matematika dan logika yang baik, yang akan menjamin Anda mendapatkan bangunan yang kokoh dan stabil.
  3. Bertemu dan berdiskusi dengan klien.
  4. Mendesain bangunan, tidak hanya rumah tetapi juga rumah sakit, hotel, mall, gereja, dan bangunan publik lainnya.
  5. Menyeimbangkan segi estetis dan fungsi dari bangunan.
  6. Memastikan bangunan berfungsi dengan baik, aman, bentuknya bagus, dan memenuhi kebutuhan.
  7. Memeriksa kebutuhan untuk keberlangsungan proyek.
  8. Mempersiapkan proposal desain dan rencana anggaran.
  9. Memeriksa aturan bangunan dan regulasi yang berlaku.
  10. Memfinalkan kontrak dengan kontraktor.
  11. Menuju ke area pembangungan dan menginspeksi progres konstruksi.

Dari daftar tersebut, memang ada beberapa poin yang menyebutkan hal-hal yang sama, namun masih secara umum seperti bertemu dan berdiskusi dengan klien. Namun, ada beberapa hal yang lebih spesifik, yang dapat dilakukan oleh desainer interior maupun arsitek.

Adanya Kesamaan Antara Desainer Interior dan Arsitek

perbedaan-desainer-interior-dan-arsitek

source: rooang.com

Perbedaan pekerjaan yang jelas dapat disebutkan bahwa seorang arsitek memiliki tanggung jawab untuk membuat dan mempersiapkan perencanaan area pembangunan, pembagian bangunan, material eksterior, penghitungan energi, pemasangan jendela dan pintu, hingga peninggian eksterior bangunan.

Sementara desainer interior akan berurusan dengan pemilihan furnitur, benda-benda lembut (bantal, guling, karpet, selimut), korden atau penutup jendela lainnya, dan pelapis dinding.

Di balik perbedaan mendasar tersebut, ada enam hal yang dapat dilakukan keduanya, yaitu pemasangan lantai, peninggian interior, pemilihan ubin dan kayu, mengurusi detail-detail interior, pemilihan cat dinding, dan penentuan pintu yang akan digunakan untuk keseluruhan ruangan.

Memilih Untuk Menggunakan Salah Satu atau Keduanya

Kesamaan di antara desainer interior dan arsitek dapat dinilai dari dua sisi. Jika Anda ingin menghemat biaya pembangunan atau perombakan ruangan rumah Anda, cukup mengandalkan arsitek saja karena sudah dapat melakukan banyak hal yang dapat dilakukan desainer interior juga kecuali pemilihan furnitur dan dekorasi ruang. Sementara kalau Anda menginginkan totalitas proyek untuk mendapatkan rumah yang terbaik secara eksterior dan interior, yang ditangani langsung oleh ahlinya, maka gunakanlah jasa desainer interior bersamaan dengan arsitek.

Tapi, kalau Anda hanya ingin melakukan perubahan yang sederhana pada interior rumah Anda, tanpa mengubah bentuk bangunan, gunakanlah jasa desainer interior terbaik. Pilihlah yang terbaik supaya Anda mendapatkan konsep ruangan impian Anda.

Sekarang, Anda sudah mendapatkan gambaran yang jelas tentang perbedaan kedua profesi ini. Karenanya, kalau Anda ingin melakukan perubahan pada rumah, Anda sudah tahu siapa yang harus Anda andalkan untuk hasil yang maksimal, yang sesuai dengan kompetensinya.

Image source: preparedforthat.com

Artikel yang berhubungan:

Share Post
Written by
No comments

LEAVE A COMMENT