Welcome To Our Magazine Website

Rangkuman ini berisi pengetahuan formal yang tepat untuk mahasiswa yang mempelajari desain interior. Membaca rangkuman ini akan memberikan pemahaman lebih mendalam dan mempersiapkan diri Anda untuk benar-benar memasuki dunia desain interior.

Fiber

  • Unsur utama dari mana kain dibuat adalah: serat.
  • Ketika memilih serat, harus dilihat secara seksama supaya sesuai dengan ekspektasi karena serat dapat memenuhi dan menyesuaikan segala kebutuhan.
  • Ada dua tipe umum serat: alami dan buatan.

Serat Alami

Serat alami berasal dari dua sumber: selulosa dan protein.

Serat selulosa didapatkan dari tanaman—dari buah, seperti kapas, daun tumbuhan, batang, atau tangkai, disebut serat bast, misalnya linen, jute, ramie (rumput atau linen Cina), serat karung, kelapa, nanas, jagung, dan rumput oriental.

Serat protein berasal dari hewan (bulu domba, kambing, unta, kuda, kelinci, dan hewan lainnya) dan serangga (sutra dari ulat sutra).

Serat Buatan

Serat buatan ada dua, yaitu selulosa dan non-selulosa atau sintetis.

  • Rayon dan asetat berasal dari selulosa— serat kapas atau serpihan kayu—di mana berbagai macam bahan kimia ditambahkan.
  • Non-selulosa, atau sintetis, serat—nilon, akrilik, polyester, saran, olefin, vinyl, dan lainnya tidak sering digunakan dalam desain interior— mulai dari senyawa organic seperti petroleum, gas alami, batu bara, udara, dan air. Serat-serat umum ini diproduksi untuk penggunaan-penggunaan khusus.
  • Perawatan Kain
  • Membersihkan barang berlapis kain menggunakan penyedot debu dan merawat jendela secara regular untuk mencegah kotoran dan debu menempel karena kombinasi kelembapan dan udara yang kotor yang akan membuat kotoran menempel.
  • Menghilangkan noda segera dengan cairan dry-cleaning, deterjen yang sangat lembut (1 sendok teh deterjen untuk satu liter air hangat), atau campuran air dengan cuka, tergantung dari serat dan lapisannya. Selalu bersihkan noda dengan cara membiarkannya terserap pada kain atau tisu, bukan dengan menggosoknya.
  • Membersihkan dengan alat penyedot debu dan spotting dapat mengurangi cara pembersihan yang utama. Ini terjadi untuk beberapa alasan:
  • Pembersihan berulang-ulang dapat melemahkan serat.
  • Cairan pembersih dapat menghilangkan lapisan dan memudarkan warna.
  • Pembersihan berulang-ulang dapat menyebabkan kain berserabut hingga bahkan berubah bentuk.
  • Pembersihan mencakup biaya, waktu, dan tenaga.
  • Ketika memilih professional cleaner, lihatlah pada metode yang digunakan serta garansinya. Cari rekomendasi personal untuk pekerjaan berkualitas.
  • Konstruksi Kain

Kain bisa ditenun atau tidak ditenun, dirajut, atau dijahit dengan jarum, dilapisi atau dicampur, dan diekstrusi.

Lapisan

Lapisan bisa tahan lama—yang bisa tahan terhadap pembersihan berulang—atau tidak tahan lama atau larut—yang dapat dihilangkan dengan pembersihan dan perlu untuk diaplikasikan ulang.

Ada tiga tipe lapisan:

  1. Pewarnaan

Pewarnaan kain dapat dilakukan dalam dua cara: dyeing dan printing.

  1. Lapisan Standar

Lapisan standar juga disebut lapisan kimiawi, basah, atau fungsional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja serat atau ketahanannya dari faktor-faktor lingkungan.

  1. Lapisan Dekoratif

Lapisan ini dapat menentukan identitas dekoratif dari kainnya. Lapisan dekoratif lainnya dapat mencerahkan, melembutkan, menambah tekstur, atau menekan atau mengukir desain pada permukaan kain.

Mendapatkan Kain

  • Di lokasi-lokasi metropolitan, desainer bisa membawa klien ke open showroom, di mana contoh-contoh kain dari perusahaan kain dipajang.
  • Showroom yang tidak mengizinkan klien ikut bersama desainer disebut dengan closed showroom.

 

Kain—Juara Fleksibilitas

  • Sentuhan Manusia
  • Kain dapat memberikan rasa ruang pribadi; dengan dipilih menggunakan selera pribadi sebagai kriteria utama. Dikelilingi oleh kain dapat memunculkan ketertarikan dan membuat bahagia secara psikologis.
  • Kain bisa menciptakan keterasingan dan kebebasan pribadi dengan cara “menyingkirkan dunia” dan memenuhi keingina terdalam manusia untuk mendapatkan kesenangan.
  • Estetika Kain

Tiga aspek—warna, motif, dan tekstur—dari dasar untuk pilihan pribadi.

Warna mempengaruhi kesehatan mental dan psikologis dan kesejahteraan orang yang tinggal dengan warna tersebut.

Motif memberikan karakter dan kepribadian pada sebuah kain. Motif dapat mengikat kain dengan kuat  pada bagian motif yang terlihat bagus bersama.

Mulai dari lembut dan halus (satin, velvet, damask, dan brokat) hingga kuat dan kasar (wol, matelassé, frieze, bouclé), kain menarik secara estetis karena relief tekstur. Relief merupakan cara bagaimana membaca permukaan—puncak dan lembah, inti dan bayangan.

Kriteria penting lainnya untuk memilih kain:

  1. Kain untuk desain interior tidak hanya harus estetis, tapi juga nyaman bagi orang yang tinggal di sana.
  2. Kain yang memiliki tema netral bisa fleksibel dan menyesuaikan pergantian dekorasi setiap saat.
  3. Kain ditujukan untuk penggunaan yang sering dan bahkan penyalahgunaan, seperti perabout berlapis kain yang sering dipakai, akan tahan terhadap uji waktu lebih baik jika memiliki motif atau tekstur dan warna medium.

 

Pertimbangan Kontrak

  • Pembuatan bangunan kontrak biasanya memiliki anggaran biaya yang ketat.
  • Kemampuan kain untuk bertahan lama tanpa penurunan kualitas yang signifikan. Ketahanan meliputi:
  • Anti abrasi—kemampuan kain untuk melawan gesekan, gosokan, atau asahan.
  • Anti pudar—ketahanan dari pemudaran akibat sinar matahari dan pembersihan.
  • Anti luntur—menempelnya warna pada kain lain atau pada kulit.
  • Kekuatan—kekuatan fisik dari kain tersebut.
  • Stabilitas dimensional. Kemampuan kain untuk menjaga ukuran aslin dan dimensi bentuknya. Ini meliputi:
  • Anti kendur—pengenduran dapat terjadi pada kain yang menyerap air ketika kelembapan sedang tinggi atau kain dibersihkan dengan cara dibasahi.
  • Anti susut—penyusutan dapat terjadi ketika kelembapan menurun atau kain mengering.
  • Kemampuan kain untuk kembali ke bentuk semula. Kelenturan merupakan hasil dari dua kualitas:
  • Fleksibilitas—peregangan dan pemantulan.
  • Kekuatan—kain yang kuang kuat, yang mudah robek, disebut kain lembut.
  • Tahan terhadap listrik statis. Pertimbangan penting di mana listrik statis dapat memperngaruhi instrument yang rumit.
  • Tahan terhadap serangga dan mikrooroganisme. Ini diperlukan untuk mencegah kehancuran kain dan penyebaran penyakit, khususnya di rumah sakit dan institusi.
  • Tahan terhadap api. Kain di bangunan kontrak harus memenuhi persyaratan tegas mengenai keapian.
  • Mudah terbakar—kain yang mudah terbakar atatu sangat beresiko untuk terbakar, seperti katun, linen, rayon, dan asetat.
  • Tahan api—serat natural (wol, sutra) tidak mudah terbakar dan mampu melakukan pemadaman sendiri.
  • Penghambat api—kain buatan biasanya anti api.
  • Tidak mudah terbakar—serat yang dapat meleleh tapi tidak terbakar adalah asbestos, metal, dan
Share Post
Written by
No comments

LEAVE A COMMENT