Welcome To Our Magazine Website
 

Daftar Hal yang Menjadi Tanggung Jawab Desainer Interior

Seorang desainer interior memiliki tanggung jawab yang harus diemban untuk memenuhi ekspektasi klien sekaligus mendapatkan reputasi yang baik.

Pekerjaan desainer interior memegang tanggung jawab yang tidak sederhana. Tidak semata-mata mengetahui keinginan desain klien, kemudian langsung melaksanakan proyek desain, tapi ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan seorang desainer interior untuk menyambut klien, membuat mereka yakin, dan akhirnya mau bekerjasama untuk mewujudkan sebuah proyek desain. Berikut ini hal-hal yang menjadi tanggung jawab seorang desainer interior, yang harus dipenuhi untuk mendapatkan klien yang bahagia dengan hasil akhirnya, sehingga memberikan nilai baik pula untuk kelanjutan bisnis desain interior mereka.

Bertemu dengan Klien dan Berdiskusi Secara Matang

Tahap pertama ini merupakan tahapan penentu untuk terciptanya desain ruangan yang diinginkan klien. Klien harus membuat jadwal janji temu dengan desainer interior untuk membicarakan lebih lanjut mengenai proyek yang ingin diwujudkan. Di sini, klien akan memaparkan ide yang dimiliki mengenai konsep desain ruangan mereka. Kemudian, desainer interior akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan konsep desain tersebut, serta hal-hal yang berkenaan dengan selera personal klien. Ketika desainer interior menanyakan pertanyaan-pertanyaan seputar apa yang disukai dan tidak tentang ruangan yang akan direnovasi, maka klien harus bersikap kooperatif dengan memberikan jawaban-jawaban yang jujur dan detail.

Proses diskusi dan tanya-jawab yang mendetail ini akan memberikan pandangan yang luas dan pemahaman mendalam bagi desainer interior, sehingga benar-benar tahu apa yang diinginkan klien. Selain itu, desainer interior akan memberikan masukan apabila ada hal yang dirasa lebih baik atau dapat menyempurnakan ide desain klien. Klien berhak untuk menolak saran yang diberikan karena desainer interior harus mengutamakan keinginan klien.

Melihat Ruangan yang Akan Direnovasi Sebelum Proyek Dimulai

Setelah desainer interior dan klien sepakat dengan konsep desain yang sudah didiskusikan, desainer interior sebaiknya diajak untuk melihat secara langsung ruangan yang akan dikonsep ulang. Dengan melihat langsung ruangan yang akan direnovasi, desainer interior akan mengetahui secara jelas bentuk dan karakter ruangan. Selain itu, desain interior juga dapat mengukur area atau bagian yang perlu diukur, bahkan mengambil gambar ruangan tersebut untuk dijadikan panduan ke tahapan selanjutnya.

Membuat Desain Hasil Akhir Sebagai Gambaran Untuk Klien

pekerjaan-desainer-interior

source: weareids.com

Desain yang dibuat oleh desainer interior bisa dalam bentuk 2D ataupun 3D. Namun, jika klien ingin melihat desain yang lebih nyata dan mirip dengan hasil akhirnya kelak, maka desainer interior sebaiknya memberikan desain dalam bentuk 3D. Hal tersebut tentunya bukan sebuah masalah karena desainer interior sudah mempelajari software untuk membuat desain 3D dalam proses pendidikan yang telah ditempuh.

Ketika desain sudah jadi, maka desainer interior akan menunjukkannya kepada klien. Apabila terjadi ketidaksetujuan terhadap beberapa bagian desain, klien dapat meminta perubahan pada desainer interior sebelum desain difinalisasikan.

Memberikan Anggaran Biaya Untuk Keseluruhan Proyek

Begitu sudah mendapatkan desain final, maka berikutnya desainer interior akan membuat anggaran biaya. Anggaran biaya ini berpedoman pada perkiraan material dan furnitur apa saja yang akan dibutuhkan dalam mewujudkan desain ruangan yang telah disepakati. Namun, yang terpenting adalah anggaran biaya harus disesuaikan dengan anggaran biaya yang diminta oleh klien. Ada klien yang akan langsung memaparkan anggaran biaya sejak awal, ada pula yang baru menanyakannya pada tahap ini. Desainer interior sebaiknya berinisiatif menanyakan anggaran biaya klien sejak awal untuk mempermudah proses penentuan desain dan pemilihan jenis material serta furnitur.

Anggaran biaya harus transparan. Biaya-biaya kecil pun harus disertakan supaya klien tidak merasa dibohongi. Desainer interior juga harus memberitahu klien apabila ada kemungkinan tambahan biaya untuk beberapa hal.

Membuat dan Menandatangani Kontrak dengan Klien

Desain sudah fixed dan anggaran biaya sudah disetujui kedua belah pihak, maka desainer interior akan membuatkan kontrak. Kontrak ini akan menjelaskan berapa lama durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut, anggaran biaya yang dibutuhkan, dan hak serta kewajiban kedua belah pihak. Sebelum menandatangani kontrak, klien harus membaca baik-baik kontrak tersebut supaya tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Memulai Proses Berburu Furnitur dan Material Lainnya

Memilih furnitur dan material bisa diserahkan sepenuhnya pada desainer interior. Apalagi jika klien adalah orang yang memiliki kesibukan tinggi. Jika ini yang terjadi, maka klien dapat berpesan pada desainer interior dalam proses pemilihan dengan menyebutkan apa yang diinginkan dan tidak diinginkan untuk furnitur dan material yang akan dibeli. Desainer interior akan merekomendasikan daftar toko dan pengrajin kenalan mereka untuk mendapatkan material dan furnitur yang berkualitas dengan harga yang bagus.

Namun, apabila klien memiliki toko langganan untuk berbelanja material dan furnitur atau klien ingin membeli material dan furnitur di tempat yang sudah dicari tahu dan dianggap menjanjikan, maka desainer interior akan mengikuti keinginan klien tersebut.

Mengawasi Berjalannya Proses Renovasi dengan Saksama

Tanggung jawab seorang desainer interior tidak berhenti pada proses pra-renovasi. Saat renovasi berlangsung, desainer interior harus sepenuhnya berada di sana. Maksudnya, desainer interior akan mengawasi dengan cermat seluruh proses renovasi ruangan. Di dalam proses ini, desainer interior bisa dibantu oleh kontraktor sebagai eksekutor. Desainer interior akan memastikan proses renovasi berjalan sesuai timeline yang sudah ditentukan, material digunakan sesuai rencana, dan tata letak furnitur dan benda dekorasi sesuai dengan yang ada pada desain.

Desainer interior juga akan melaporkan progres pengerjaan secara berkala pada klien. Kemudian, apabila ada masalah, desainer interior akan langsung mengomunikasikannya dengan klien supaya segera mendapatkan solusi dan tidak menambah waktu pengerjaan, serta hasilnya tetap sesuai dengan keinginan klien.

Mempertanggungjawabkan Hasil Akhir Pada Klien

pekerjaan-desainer-interior

source: bienlivingdesign.com

Karena desainer interior terlibat dalam keseluruhan proses perombakan desain interior, dari awal hingga akhir, maka ketika ruangan sudah selesai dirombak, hasil akhirnya harus sesuai dengan desain yang disepakati dari awal. Klien akan memeriksa segala aspek yang sudah disepakati di awal dan membandingkannya dengan hasil akhir. Desainer interior yang baik tentunya tidak akan membiarkan adanya ketidaksesuaian antara konsep awal dengan hasil akhir karena kepuasan klien adalah hal utama yang ingin dicapai.

Membaca daftar tanggung jawab desainer di atas akan membuat Anda lebih paham akan apa saja hal yang akan Anda dapatkan apabila menggunakan jasa desainer interior. Anda pun dapat mempersiapkan beberapa hal sebelum memilih desainer interior sehingga Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Jangan ragu untuk bertanya pada desainer interior yang akan Anda gunakan jasanya apabila Anda merasa ada hal yang mengganjal atau belum jelas. Pastikan Anda mendapatkan hak Anda sepenuhnya sebagai seorang klien. Selamat berburu desainer interior!

Image source: sydneydesignschool.com.au

Artikel yang berhubungan:

Share Post
Written by
No comments

Sorry, the comment form is closed at this time.