Welcome To Our Magazine Website
 

Cara Membuat Portofolio Desainer Interior yang Menarik

Anda baru memulai membuka usaha jasa desain interior dan bingung bagaimana membuat portofolio yang dapat menarik perhatian calon klien?

Portofolio adalah hal utama yang dicari orang saat memilih desainer interior. Portofolio merupakan hal penting bagi usaha jasa desain interior karena melalui portofolio, calon klien dapat menilai kualitas kerja sebuah jasa desain interior. Kalau Anda ingin membuat calon klien mempercayakan proyek mereka pada perusahaan Anda, maka Anda harus memasukkan beberapa hal berikut ini pada portofolio perusahaan jasa desain interior Anda.

Perkenalkan Diri Anda Juga

Data diri Anda ternyata merupakan faktor penting yang menarik, yang jangan sampai terlewatkan ketika membuat portofolio. Selain melihat gambar-gambar proyek yang telah Anda lakukan, calon klien juga akan melihat kualitas perusahaan Anda dengan membaca data diri Anda. Di mana Anda menempuh pendidikan, berapa lama dan sejauh mana Anda mempelajari desain interior, di mana saja pengalaman kerja Anda sebelum membuka perusahaan sendiri, hingga penghargaan apa saja yang pernah Anda dapatkan sebagai seorang desainer interior merupakan poin-poin menarik bagi klien. Di sini, Anda dapat ‘menyombongkan’ diri Anda dalam kapasitas seperlunya, untuk membuat calon klien percaya.

Sampaikan Visi yang Lugas

Tujuan Anda membuat usaha jasa desain interior bisa menjadi point of interest calon klien. Anda dapat menjelaskan secara singkat namun jelas, apa yang ingin Anda wujudkan dalam setiap desain yang Anda buat. Selain itu, Anda juga bisa menyebutkan kekuatan dan spesialisasi apa yang dimiliki usaha jasa desain interior Anda. Ini akan merepresentasikan ketertarikan dan minat Anda secara khusus pada tema atau konsep tertentu, yang bisa sangat cocok dengan keinginan calon klien.

Pilih Proyek yang Variatif

Anda tidak bisa sembarangan memilih koleksi gambar proyek yang sudah Anda lakukan selama ini untuk ditaruh di dalam portofolio. Hindari menampilkan gambar-gambar proyek yang serupa. Sebaliknya, pilihlah gambar-gambar proyek yang variatif sehingga calon klien dapat melihat seberapa inovatif dan kreatif Anda dalam bekerja. Akan lebih baik lagi jika Anda sudah pernah mendesain beberapa jenis bangunan, mulai dari hunian pribadi hingga bangunan umum seperti restoran, klinik, atau lobi hotel.

Tulis Keterangan Proyek

portofolio-desainer-interior

source: pinterest.com

Selain menaruh gambar-gambar proyek Anda, sebaiknya tambahkan pula keterangan pengerjaan proyek secara garis besar. Setidaknya, Anda menyebutkan dari mana inspirasi desainnya berasal, apa material yang diunggulkan, dan berapa lama proses pengerjaannya. Bahkan, Anda bisa menyertakan gambar proses pengerjaan proyek mulai dari sketsa kasar, sketsa final, foto selama proses pengerjaan, dan foto hasil akhirnya. Penjelasan visual dengan gambar merupakan hal yang menarik untuk calon klien, yang akan memudahkan mereka untuk membayangkan prosesnya.

Sertakan Kartu Nama

membuat Anda mempermudah calon klien menghubungi Anda. Portofolio yang tidak menyertakan kartu nama akan membuat beberapa calon klien enggan melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu mendapatkan informasi, karena tidak adanya nomor telepon atau alamat e-mail yang bisa dihubungi. Karenanya, tulislah nomor telepon kantor Anda, alamat e-mail yang rutin diperiksa setiap saat, serta alamat kantor Anda. Hal tersebut akan memberikan pilihan mudah bagi calon klien untuk segera menghubungi perusahaan Anda setelah tertarik melihat keseluruhan portofolio perusahaan Anda.

Perbarui Secara Rutin

Beberapa perusahaan malas untuk menjaga website mereka tetap up-to-date. Padahal, jika tidak diperbarui secara rutin, maka informasi yang ada pada website bisa menjerumuskan calon klien atau membatalkan niat calon klien untuk bekerjasama karena perusahaan tersebut dianggap kurang berkembang. Misalnya saja, sebuah perusahaan sebenarnya sangat produktif membuat desain pada tahun 2017, namun di portofolio yang terdapat di website-nya, gambar proyek terakhir adalah tahun 2016 atau bahkan 2012. Ini akan membuat klien bertanya-tanya.

Dengan mengikuti poin-poin di atas, maka Anda akan bisa lebih mudah dan memiliki gambaran bagaimana membuat portofolio yang menarik untuk perusahaan jasa desain interior Anda. Buatlah portofolio secara profesional, baik dalam bentuk cetak ataupun website.

Image source: einsurance.com

Artikel yang berhubungan:

Share Post
Written by
No comments

Sorry, the comment form is closed at this time.